Memasuki 10 hari terakhir puasa ramadhan 1441H, mari berburu pahala di malam Lailatul Qadar

Tidak terasa kita sudah memasuki 10 hari terakhir dalam ramadhan 1441H. Bagaimana puasa yang sudah dijalani? apakah lancar? atau malah banyak kendala? Tapi jangan pantang menyerah memasuki 10 hari terakhir dalam ramadhan 1441H mari kita tingkatkan seluruh ibadah kita karena pada satu hari di 10 hari terakhir terdapat satu malam kemuliaan yang bernama lailatul qadar. Seperti yang diriwayatkan bahwa Nabi SAW senang menggandakan amal di bulan ramadhan lebih dari bulan-bulan lain. Para ulama rahimahumullah berkata, kemungkinan adanya Lailatul Qadar itu berlaku pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan. Karena itu, setiap mukmin harus menyiapkan diri mencari malam Lailatul Qadar itu pada setiap malam dari malam-malam bulan Ramadhan. Bagaimana agar 10 hari terakhir puasa ramadhanmu produktif? lakukan hal-hal berikut

Tadarus Al-Qur’an
Abdullah ibn Mas’ud, Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al Quran), maka dia akan mendapat satu kebaikan. Satu kebaikan akan dilipatkan menjadi sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf. Namun, alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.” (HR. At-Tirmidzi).

Itikaf
Adapun Iktikaf sendiri adalah berdiam diri di masjid dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Namun dengan kondisi corona seperti ini ada baiknya menjauhi kerumunan dan jangan dipaksakan untuk melaksanakan i’tikaf jika tidak memungkinkan karena i’tikaf bukan sesuatu yang diwajibkan, hukumnya sunah. “Sungguh saya beri’tikaf di di sepuluh hari awal Ramadhan untuk mencari malam kemuliaan, kemudian saya beri’tikaf di sepuluh hari pertengahan Ramadhan, kemudian Jibril mendatangiku dan memberitakan bahwa malam kemuliaan terdapat di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Barangsiapa yang ingin beri’tikaf, hendaklah dia beri’tikaf (untuk mencari malam tersebut).

Memperbanyak doa
Allah sangat menyukai hambanya yang berdoa dan berserah diri kepadaNya. Rasulullah SAW juga memerintah Ummul Mukminin Aisyah untuk berdoa di malam-malam itu. Aisyah berkata, “Wahai Rasulullah, apa pendapatmu jika aku ketepatan mendapatkan malam lailatul qadar, apa yang harus aku ucapkan?“, beliau menjawab: “Ucapkanlah, Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anna” (Ya Allah, sesungguhnya Engkau maha pemaaf mencintai kemaafan, maka maafkanlah aku).” (HR. Ibnu Majah, yang dishahihkan oleh Al Albani).

Memperbanyak shalat malam
Rasulullah bersabda “Puasa yang paling utama setelah ramadhan adalah puasa pada bulan Muharram. Sebaik-baik shalat setelah shalat fardlu adalah shalat malam.” (HR Muslim).

Memperbanyak Berdzikir
Seperti yang diterangkan pada surat Al Araf ayat 205 “Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut) nama Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya.